Boys Before Flowers Episode 13


"Setelah ayahnya meninggal, Jun-pyo mengambil-alih kendali perusahaan Shinhwa yang bertekad untuk menjalankan sebuah proyek ambisius."


Tak terasa waktu berlalu begitu cepat, Jan-di telah memasuki tahun terakhir sekolah sementara tiga rekannya di F4 tengah menikmati hari-hari mereka di universitas. Praktis, hubungannya dengan Jun-pyo terputus sejak pria itu terbang ke Makau.

Meski berusaha untuk mengenyahkan pikiran buruk, ekspresi Jan-di langsung berubah sendu setiap kali mendengar nama Jun-pyo disebut. Untungnya dibalik kesedihan, kehidupan keluarga Jan-di yang sempat morat-marit mulai membaik setelah ayahnya diterima kerja di perusahaan baru.

Bertemu Ji-hoo di kolam renang, Jan-di dipaksa untuk memeriksakan bahunya yang cedera ke rumah sakit. Sempat melihat Ji-hoo bersama seorang pria tua yang kerap datang ke restoran tempatnya bekerja, Jan-di diberitahu bahwa meski cederanya bakal sembuh, namun ia sudah tidak bisa lagi mengejar karir di dunia renang.

Berita tersebut kontan membuat Jan-di tambah terpukul. Di pinggir kolam, ia menumpahkan isi hatinya pada Ji-hoo sambil berderai air mata. Dengan lembut, pria itu berusaha menghibur Jan-di. Meski berat, Jan-di akhirnya mulai mengemasi perlengkapan renangnya termasuk kacamata pemberian Jun-pyo.

Tidak sengaja melihat sebuah serial televisi, Jan-di memutuskan untuk mengejar Jun-pyo hingga ke Makau. Sempat berusaha meminta supaya gajinya dibayar dimuka untuk tiket pesawat namun gagal, Jan-di berusaha untuk mendapat nominal yang diinginkan dengan menjual bubur.

Beruntung bagi Jan-di, tempat jualannya yang semula sepi langsung berubah ramai berkat kemunculan F4 minus Jun-pyo. Setelah berhasil mendapat uang tiket pesawat, Jan-di diminta untuk melakukan renang terakhirnya sambil disaksikan tiga rekan-rekannya di F4 dan Ga-eul sebelum kemudian berangkat ke Makau.

Begitu tiba di Makau, Jan-di langsung menuju hotel dimana Jun-pyo menginap. Sayang, usahanya untuk menemui pria itu (dengan berbagai gerak tangan yang kocak dan bahasa Inggris campur Korea yang terpatah-patah) dihalang-halangi oleh petugas keamanan.

Sambil memikirkan langkah berikutnya, Jan-di memutuskan untuk melihat-lihat keramaian. Ia nyaris saja tidak menyangka kalau seorang pencopet mengincar dompetnya, namun ia diselamatkan oleh seorang gadis cantik bernama Ha Jae-kyung.

Sempat menghabiskan waktu bersama, keduanya akhirnya berpisah. Melihat kesempatan yang ada, Jan-di berhasil menyelinap masuk ke dalam hotel dengan berpura-pura menjadi bagian dari rombongan turis. Terus menjelajahi satu-persatu ruangan yang ada, gadis itu akhirnya tiba di bar hotel.

Didalam ruangan mewah itulah Jan-di akhirnya bertatapan muka dengan Jun-pyo, namun kebahagiaannya tidak berlangsung lama. Tidak cuma melihat Jun-pyo yang begitu bahagia saat bersanding bersama wanita lain, namun ekspresi wajah pria itu berubah dingin saat tatapan keduanya bertemu.

Kebingungan karena reaksi Jun-pyo diluar harapannya, Jan-di memutuskan untuk mengikuti seorang bocah yang menawarkan penginapan murah. Siapa sangka, gadis itu malah digiring ke tempat sepi dimana sekelompok berandal telah menanti. Dalam keadaan terdesak, mendadak muncul Ji-hoo, Yi-jung, dan Woo-bin sebagai penyelamat.

Setelah membereskan para berandalan, yang ekstra ketakutan melihat sosok Woo-bin, Jan-di dan rekan-rekan F4nya memutuskan untuk menginap di hotel sambil menghubungi Jun-pyo. Penolakan yang dilakukan sang pemimpin membuat ketiga rekannya mulai yakin ada sesuatu yang salah.

Ketika ditanya soal Jun-pyo, Jan-di berusaha mengelak namun ucapannya semakin menguatkan kecurigaan Ji-hoo. Disaat ketiga personil F4 dan Jan-di menikmati keindahakn malam di Makau, Jun-pyo sibuk menyelesaikan urusan bisnisnya bak seorang pengusaha ulung.

Boys Before Flowers Episode 12


"Akhirnya terbongkar sudah kenapa Jae-ha begitu dendam pada Jun-pyo : ia adalah adik dari siswa yang pernah mencoba bunuh diri di Shinhwa namun diselamatkan Jan-di."

Jun-pyo yang merangsek masuk langsung disergap oleh anak buah Jae-ha, yang langsung memerintahkan supaya pria itu dihajar. Namun meski memuntahkan darah, Jun-pyo bergeming dan menolak ketika diminta supaya melepaskan Jan-di.

Jan-di semakin tidak tega melihat Jun-pyo yang tidak berdaya, dan dengan cepat menggunakan tubuhnya untuk menangkis kursi yang hendak dipukulkan Jae-ha. Akibatnya, gadis itu langusng jatuh pingsan. Untungnya tak lama kemudian muncul Ji-hoo, Yi-jung, dan Woo-bin. Tanpa kesulitan, ketiganya mampu menguasai keadaan dan meringkus Jae-ha.

Saat tersadar, Jan-di telah terbaring di rumah sakit dengan Jun-pyo, yang duduk di kursi roda, disampingnya. Bukannya berusaha menghibur, Jun-pyo malah memarahi Jan-di yang nekat menggunakan tubuhnya untuk melindungi pria itu. Keruan saja, Jan-di tidak terima dan keduanya kembali adu mulut.

Keadaan dirumah Jan-di tidak kalah genting, sang ayah diseret oleh para penagih hutang dan diancam bakal diambil salah satu organ tubuhnya kalau tidak bisa melunasi. Dalam keadaan putus asa, ibu Jan-di mendatangi Nyonya Kang dan sambil berlutut, memohon supaya presiden grup Shinhwa itu mau menolong keluarganya.

Melihat wanita itu mempermalukan dirinya, Nyonya Kang tersenyum puas dan langsung menolong ayah Jan-di dengan melunasi hutang-hutangnya. Ketika Jan-di pulang kerumah, kedua orangtuanya langsung menjelaskan apa yang terjadi serta imbasnya terhadap hubungan sang putri dengan Jun-pyo.

Berdasarkan keputusan bersama, Jan-di mendatangi Nyonya Kang untuk mengembalikan hutang keluarganya. Seperti yang bisa ditebak, perang antara keduanya dimulai yang diakhiri dengan penolakan Jan-di untuk berpisah dengan Jun-pyo.

Tidak tahu apa yang terjadi, Jun-pyo bersama F4 mengajak Jan-di dan Ga-eul berlibur di tempat ski. Sempat ragu-ragu akibat ucapan Woo-bin, Jun-pyo akhirnya memberanikan diri untuk memberikan hadiah berupa kalung bermotif unik kepada Jan-di.

Hadiah kalung dari Jun-pyo kontan membuat trio siswi populer Shinhwa Jin-Sun-Mi iri, ketiganya diam-diam merebut kalung tersebut. Kontan saja, Jan-di langsung kelabakan dan akhirnya mengaku kepada Jun-pyo. Sempat jengkel, Jun-pyo melampiaskan kekesalannya pada boneka salju sebelum akhirnya masuk kembali ke kabin.

Mengira kalau yang didengarnya adalah langkah kaki Jan-di, wajah Jun-pyo langsung sumrigah dan sudah bersiap untuk memarahinya lagi. Siapa sangka, yang muncul ternyata adalah anak buah Nyonya Kang. Meski sempat melawan, Jun-pyo akhirnya mengikuti mereka.

Saat mencari kalungnya yang hilang, Jan-di dikerjai oleh trio penggemar F4 Jin-Sun-Mi tanpa sadar kalau dirinya dijebak. Keruan saja, ia tidak bisa lolos saat badai salju datang. Tanpa sengaja, Ji-hoo mendengar tentang Jan-di, dan langsung menghubungi Jun-pyo.

Cukup cerdik meski sebagai tawanan, Jun-pyo akhirnya lolos dan langsung mencari Jan-di ditengah badai salju yang semakin lebat. Ia akhirnya menemukan Jan-di terbaring lemah, dan tanpa berpikir panjang langsung membopong gadis itu ke sebuah kabin. Melihat kekasihnya menggigil kedinginan, Jun-pyo melepas mantelnya dan memberikannya pada Jan-di.

Tersentuh oleh kebaikan hati Jun-pyo, Jan-di berjanji bakal mengabulkan apapun permintaan pria itu. Dengan tersenyum tipis, Jun-pyo meminta dibuatkan bekal, yang langsung diangguki Jan-di. Ditengah suasana yang begitu romantis, keduanya berciuman dengan mesra.

Keesokan harinya setelah badai reda, Jun-pyo dan Jan-di kembali ke tempat dimana rekan-rekan F4nya dan Ga-eul berada. Ji-hoo yang berhasil menemukan kalung Jan-di langsung mengembalikannya ke gadis itu, yang kemudian disibukkan oleh kegiatan baru : membuat bekal untuk Jun-pyo (dengan motif unik).

Telah menunggu cukup lama, Jan-di tidak sadar kalau Jun-pyo harus segera terbang ke luar negeri karena sang ayah mendadak jatuh pingsan saat berada di China. Tahu kalau Jan-di akan terus menunggu, Jun-pyo meminta Ji-hoo untuk menjemput gadis itu. Muncul dengan sepeda motor, Ji-hoo meminta Jan-di untuk bergegas karena pesawat Jun-pyo bakal berangkat.

Sayang kedatangan mereka terlambat, pesawat grup Shinhwa telah terbang dan Jan-di hanya bisa menatap dengan cucuran air mata. Dari atas pesawat, Jun-pyo mengirim pesan singkat yang isinya meminta Jan-di untuk menunggu kepulangannya...dan mengungkapkan perasaan terdalamnya pada sang kekasih.

Boys Before Flowers Episode 11


"Meski ragu-ragu, Jan-di memutuskan untuk mencoba peruntungannya di bidang akting. Siapa sangka, yang diminta sang sutradara bukanlah syuting film biasa."


Mulai curiga melihat kostum yang tidak biasa, ketakutan Jan-di terbukti ketika sang sutradara mulai memaksanya. Untungnya muncul seorang pemuda penyelamat, yang mengantar Jan-di pulang dan menyebut nama lengkap gadis itu saat berpamitan.

Di sekolah, Jan-di kembali bertemu dengan pria yang ternyata adalah siswa kelas 1 bernama Lee Jae-ha. Dengan terang-terangan, Jae-ha mengaku kagum dengan sosok Jan-di yang berani berhadapan langsung dengan F4. untuk menutupi profesinya sebagai model serabutan, Jae-ha sengaja berdandan seperti seorang kutu buku.

Menutupi perkenalannya dengan Jae-ha dari Jun-pyo, Jan-di menerima tawaran sahabat barunya untuk menjadi model pendamping. Sempat kelabakan saat Jae-ha menyebutnya sebagai kekasih, Jan-di langsung menerima tawaran begitu mendengar bayaran yang diberikan cukup memuaskan.

Mendengar keluh-kesah Jun-pyo soal Jan-di yang mendadak jarang muncul, Ji-hoo tanpa sengaja bertemu dengan gadis itu saat bersama Jae-ha. Jan-di kelabakan untuk memberi alasan, namun secara tersirat Ji-hoo meminta gadis itu untuk tidak mengulangi perbuatannya sebelum kemudian memacu motornya. Dari belakang, Jae-ha tersenyum penuh misteri.

Usaha Jan-di untuk menutupi profesi barunya akhirnya terbongkar juga, Jun-pyo langsung marah besar saat mendapati sang kekasih difoto bersama model yang ternyata siswa Shinhwa. Saat berusaha menjelaskan kebohongannya, Jan-di dikejutkan oleh Jun-pyo yang tiba-tiba memukul Jae-ha setelah ditertawakan sang yunior.

Keruan saja Jan-di dan Jun-pyo kembali bertengkar dan dalam keadaan histeris, Jan-di menyebut ingin kembali ke masa saat dirinya belum mengenal Jun-pyo dan F4. Untuk kedua kalinya, Jan-di kembali mendapat memo merah yang membuatnya jadi sasaran di sekolah. Namun kali ini ia tidak sendirian, Jae-ha menyebut siap menjaga gadis itu.

Hubungan Jan-di dan Jae-ha yang semakin akrab membuat Ji-hoo kuatir, ia mengajak Jan-di untuk bicara empat mata. Kepada gadis itu, Ji-hoo menyebut tidak percaya kalau Jun-pyo sejahat yang diceritakan Jae-ha. Setelah pembicaraan mereka selesai, Jan-di mulai berjalan pelan menuju kelas.

Masuk ke kelas yang telah dikosongkan, Jan-di sempat tidak sadar kalau terjadi kebocoran gas. Begitu kabut tebal mulai terlihat, Jan-di dengan panik terus menggedor-gedor jendela kaca sebelum akhirnya ambruk tidak sadarkan diri. Beruntung Jae-ha melihat kejadian itu, ia langsung memecahkan kaca dan menyelamatkan Jan-di yang tidak sadarkan diri.

Bukannya dibawa ke rumah sakit, Jae-ha malah membopong Jan-di kerumahnya. Saat berusaha mencium gadis yang tidak sadarkan diri itu, mendadak teleponnya berbunyi. Dengan suara pelan, Jae-ha meyakinkan sang penelepon yang tidak lain adalah Nyonya Kang kalau Jan-di sudah bisa diatasi, dan mengingatkan wanita itu untuk menyiapkan bayarannya.

Hilangnya Jan-di membuat Ga-eul panik, ia mendatangi markas F4 dan meminta mereka untuk membantu menemukan temannya. Ji-hoo memerintahkan seorang siswa untuk menghubungi Jun-pyo, yang memilih untuk menyepi setelah bertengkar dengan Jan-di, sementara Woo-bin dan Yi-jung memacu mobilnya untuk mencari dimana Jan-di berada.

Saat tersadar, Jan-di kaget mendapati dirinya telah pingsan selama dua hari di rumah Jae-ha. Saat hendak pulang usai mengucapkan terima kasih, mendadak Jae-ha menghalangi sambil meminta gadis itu menjauhi Jun-pyo. Melihat gelagat yang tidak beres, Jan-di mulai ketakutan.

Ketika pria itu mulai mencengkram lengannya dan berusaha mencium, Jan-di langsung menampar Jae-ha sambil menyatakan tetap percaya pada Jun-pyo. Mengucapkan salam perpisahan sambil berjalan pergi, Jan-di kembali tidak sadarkan diri setelah Jae-ha membekapnya dengan kain yang telah dicelupkan dengan cairan kloroform.

Begitu sampai dirumah, Jun-pyo mulai merasa tidak enak setelah mendengar kabar kalau Jan-di menghilang. Ketakutannya terbukti setelah menerima amplop berisi foto Jan-di yang diikat beserta segenggam rambut gadis itu, Jun-pyo langsung bergegas pergi. Tak berapa lama, rekan-rekan F4-nya tiba di kediaman keluarga Gu.

Boys Before Flowers Episode 10


"Sikap flamboyan Yi-jung saat membela Ga-eul membuat gadis itu mulai jatuh hati pada sang playboy"

Menjelang hari Valentine, Jan-di mulai membuat coklat untuk diberikan pada orang yang dianggap begitu berarti untuknya. Meski sedikit gengsi, gadis itu mulai membuat motif coklat yang menyerupai wajah dan rambut Jun-pyo.

Dengan sedikit malu-malu (dan pura-pura tidak sengaja lewat), Jan-di memberikan coklat buatannya pada Jun-pyo di kantor Shinhwa. Secara kebetulan, di tempat tersebut diadakan kontes dengan hadiah ponsel. Setengah memaksa, Jan-di berhasil membuat Jun-pyo mengikuti acara itu.

Apes bagi keduanya. Saat sedang menggendong Jan-di, mendadak Nyonya Kang lewat dan menatap tajam Jun-pyo. Pemuda itu langsung ditarik ibunya ke kantor untuk dimintai penjelasan, dan dengan suara tinggi Jun-pyo meminta sang ibu untuk tidak mengganggu Jan-di.

Sudah tentu permintaan tersebut tidak dituruti, Nyonya Kang malah mendatangi kediaman keluarga Geum untuk menawarkan uang 300 juta won dengan syarat Jan-di harus memutuskan hubungan dengan Jun-pyo.

Sudah tentu ucapan tersebut membuat ibu Jan-di marah, ia menuangkan garam ke atas kepala Nyonya Kang sambil mengusirnya pergi. Ayah, adik , dan Jan-di langsung terharu melihat sikap sang ibu, namun kekaguman mereka buyar ketika wanita itu menyebut 300 juta won terlalu sedikit.

Apa yang dilakukan ibu Jan-di ternyata membuat keluarga Geum mulai jatuh dalam kesulitan. Pasalnya, tempat laundry mereka mendadak menolak untuk memperpanjang masa sewa. Bisa ditebak, semua adalah berkat siasat Nyonya Kang yang begitu berkuasa.

Karena usaha laundry mereka dipaksa untuk tutup, keluarga Geum mencari nafkah dengan berjualan makanan di pinggir jalan. Bisa ditebak, berita tersebut langsung disambut oleh Nyonya Kang.

Ingin membuktikan dirinya tidak main-main, wanita dingin itu meminta sopir mobilnya melewati tempat keluarga Kang berjualan sambil mengajak Jun-pyo. Dengan polosnya, Jan-di langsung menawarkan barang jualannya sebelum kemudian tertawa gugup melihat kehadiran Nyonya Kang di bangku belakang mobil.

Dengan tersenyum sinis, Nyonya Kang meminta supaya mobil kembali dijalankan. Begitu melihat sosok Jan-di, mata Jun-pyo langsung membelalak. Namun permintaannya supaya mobil dihentikan sia-sia, karena tangan sang ibu mencengkramnya.

Hati Jan-di bagai diiris-iris melihat sikap Nyonya Kang, dan mendadak dari belakang terdengar suara Jun-pyo memanggilnya. Saking terkejutnya, gadis itu hanya bisa terdiam menanti sosok Jun-pyo yang terus mendekat.

Berjalan dengan latar belakang matahari terbenam, Jun-pyo sempat memarahi Jan-di karena tidak memberitahunya soal kondisi keluarga Geum. Namun, dengan cepat gadis itu menjawab bahwa ia tidak ingin sang kekasih terus membantu keluarganya setiap ada dalam kesulitan.

Untungnya setelah memperingatkan soal Nyonya Kang, Jun-pyo berhasil membuat Jan-di berjanji untuk mau bercerita bila ada masalah yang menyangkut sang ibu. Tidak cuma itu, Jan-di juga menyebut tidak akan meninggalkan Jun-pyo hanya karena perbuatan Nyonya Kang.

Masalah baru menimpa keluarga Geum ketika mobil toko mereka dirusak oleh preman. Mau tidak mau, Jan-di kembali harus mencari kerja sampingan. Secara kebetulan, Ji-hoo bertemu dengannya di tempat pengisian bensin, dan hanya bisa melihat dengan penuh rasa kuatir saat gadis itu mulai mimisan.

Penghematan tidak cuma dilakukan Jan-di tapi juga sang adik, yang bahkan rela untuk tidak makan siang di kantin. Dengan sedikit ragu-ragu, Jan-di memutuskan untuk mendatangi tempat di kartu nama yang sempat diberikan padanya oleh seorang pelanggan restoran.

Boys Before Flowers Episode 9


"Setelah menginap di kediaman keluarga Geum, Jun-pyo sempat mengernyit geli ketika paginya disuguhi sarapan oleh ibu Jan-di."


Sejumlah kejadian lucu dialami Jun-pyo, yang selama ini hidup bergelimang kemewahan. Dari keluarga Geum, ia belajar cara meracik kimchi, saling menggosok punggung antar anggota keluarga, hingga memakan cemilan yang dijual di pinggir jalan.

Teringat akan sejumlah kejadian itu, Jun-pyo mendadak tertawa sehingga mengundang perhatian Woo-bin dan Yi-jung. Mendengar dua rekannya belum pernah merasakan apa yang dialaminya, dengan sok tahu pria itu menyebut kalau Woo-bin dan Yi-jung belum tahu apa-apa tentang hidup.

Berusaha untuk tampil tenang, Jun-pyo berusaha menyembunyikan kegembiraannya saat ditelepon Jan-di. Sempat jual mahal (dengan cara yang unik sehingga Yoo-jung dan Woo-bin cuma bisa tersenyum lebar), pemuda itu pura-pura ajakan kencan Jan-di.

Namun keesokan harinya, Jun-pyo muncul dan melihat Jan-di ditemani Ga-eul. Rupanya, Ga-eul mengajak kekasihnya Su-pyo. Selain datang terlambat, Su-pyo yang tidak tahu siapa Jun-pyo mencandai pria itu. Dibelakang mereka, Jan-di dan Ga-eul cuma bisa menahan napas.

Diluar dugaan, Jun-pyo (sambil mengertakkan gigi) mampu menahan emosi meski terus dicela oleh Su-pyo. Saat terpisah dari Ga-eul dan Jan-di, sebuah kejadian membuat pria itu hilang kesabaran dan memukuli Su-pyo hingga babak-belur.

Keruan saja aksi tersebut membuat Jan-di kaget, apalagi Jun-pyo tidak mau minta maaf dan pergi begitu saja. Sempat dinasehati Ji-hoo, Jan-di akhirnya tahu apa penyebab perbuatan Jun-pyo : rupanya, Su-pyo adalah seorang playboy yang menduakan Ga-eul.

Setelah menghajar Su-pyo dengan tendangan memutarnya, Jan-di yang merasa bersalah mendatangi tempat dimana F4 berkumpul. Tidak sadar akan kehadiran gadis itu, Jun-pyo tetap ngotot kalau dirinya tidak bersalah dihadapan Ji-hoo dan Woo-bin.

Kaget saat diberitahu Jan-di ada dibelakangnya, Jun-pyo akhirnya menerima permintaan maaf gadis itu (yang menyodorkan sebuah apel). Di tempat lain, Yi-jung yang tidak sengaja bertemu Ga-eul (yang sedang patah hati) berusaha menghiburnya.

Setelah sempat memberikan nasehat, Yi-jung mengajak Ga-eul ke sebuah klub malam dan disana keduanya bertemu dengan Su-pyo yang sedang bersama kekasih barunya.

Dengan caranya yang elegan, Yi-jung berhasil memikat gadis itu, kemudian memainkan saksofon sambil menyebut karyanya dipersembahkan untuk Ga-eul. Dari kejauhan, diam-diam jantung Ga-eul berdetak lebih kencang saat melihat senyum Yi-jung yang begitu mempesona.

Setelah berbaikan, Jun-pyo mengajak Jan-di ke sebuah taman bermain yang sudah dihiasi lampu warna-warni. Terkesan dengan apa yang ada dihadapannya, Jan-di menyebut bahwa semua seperti suasana Natal.

Ucapan itu langsung ditimpali Jun-pyo, yang mengaku sejak kecil tidak punya kenangan manis saat Natal tiba. Ia menyebut bahwa kebahagiaan yang dirasakannya adalah saat bersama keluarga Geum. Pelan-pelan, Jun-pyo mendekatkan wajahnya ke Jandi.

Boys Before Flowers Episode 8


"Jan-di menepis pelukan Jun-pyo sambil meminta maaf, dan dalam hati terus berusaha meyakinkan dirinya bahwa itu adalah keputusan yang tepat."


Di hari pertandingan, siswa Shinhwa berkumpul untuk memberikan dukungan pada Yi-jung dan Woo-bin yang mewakili Jun-pyo. Namun begitu duel renang dimulai, Ji-hoo yang mendapat giliran pertama unggul dari Woo-bin.

Namun di giliran kedua, Jan-di yang sempat unggul cukup jauh mulai tersusul oleh Yi-jung. Mendadak, kolam renang menjadi gelap-gulita karena lampu penerangan di sekitar tempat itu mati. Melihat Jun-pyo melangkah keluar, Jun-hee tersenyum lebar dan bisa menebak apa yang terjadi.

Berdasarkan pengamatan terakhir, Jan-di dan Ji-hoo dinyatakan sebagai pemenang. Setelah mengumumkan hasilnya (tanpa kehadiran Jun-pyo), Jun-hee mengucapkan terima kasih pada Jan-di. Setelah semuanya usai, Jan-di dikejutkan oleh ajakan kencan Ji-hoo.

Dikamarnya, Jun-pyo tersenyum simpul sambil bergumam kalau dirinya telah membalas hutangnya pada Ji-hoo. Rupanya di masa lalu, Jun-pyo kecil pernah merusak mainan yang begitu disayangi Ji-hoo sehingga diam-diam dirinya terus merasa bersalah.

Perubahan sikap Jun-pyo membuat Yi-jung dan Woo-bin tersenyum lega sekaligus kaget, begitu pula dengan Jun-hee yang mampu merasa kalau adik tercintanya sudah mulai dewasa. Namun keesokan harinya, Jun-pyo mulai berubah mendengar Ji-hoo berkencan dengan Jan-di.

Ucapan Woo-bin dan Yi-jung yang berandai-andai membuat Jun-pyo semakin kelabakan, diam-diam ia memutuskan untuk mengikuti Ji-hoo dan Jan-di. Kencan sendiri awalnya berjalan lancar, sampai Ji-hoo mengajak Jan-di ke tempat dimana gadis itu pernah berkencan dengan Jun-pyo.

Dirumahnya, Ji-hoo berusaha mencium Jan-di namun gadis itu menghindar. Dari situ Ji-hoo sadar bahwa sama seperti Seo-hyun, ia juga harus melepas Jan-di agar gadis itu bisa berbahagia bersama Jun-pyo.

Sayang, Jun-pyo tidak tahu akan hal itu dan akhirnya sempat terlibat adu jotos dengan Ji-hoo saat keduanya bermain hoki es. Rupanya, Ji-hoo sengaja memanas-manasi Jun-pyo untuk mengetahui bagaimana perasaannya terhadap Jan-di.

Malamnya, Jan-di mendapat telepon dari Yi-jung yang menyampaikan kabar genting : Jun-pyo mengalami kecelakaan dan dirawat dirumah sakit dalam keadaan tidak sadarkan diri. Keruan saja, Jan-di menangis tersedu-sedu di sisi ranjang sambil mengutarakan perasaannya pada Jun-pyo.

Sambil tersenyum bandel, Jun-pyo mendadak bangun sambil meminta Jan-di mengulang ucapannya. Keruan saja, gadis itu langsung mengamuk dan tambah kesal saat tahu tiga personil F4 lainnya ada disana dan menjadi bagian dari rencana tersebut.

Untungnya kemarahan Jan-di tidak berlangsung lama, ia tidak menolak saat diajak menonton sebuah film di bioskop pribadi Jun-pyo. Sama-sama gugup, keduanya nyaris saja berciuman kalau saja ponsel Jan-di tidak berdering secara tiba-tiba.

Cuma bisa tersenyum mendengar suara keras Jun-pyo, yang menunjukkan perhatiannya dengan cara unik, Jan-di dikejutkan oleh kunjungan pria itu. Yang membuatnya protes, Jun-pyo dengan seenaknya memanggil kedua orangtuanya dengan sapaan Ayah dan Ibu.

Apa yang terjadi berikutnya sama sekali tidak pernah dibayangkan Jan-di : Jun-pyo meminta ijin supaya diperbolehkan tidur bersama keluarga gadis itu. Sia-sia usaha Jan-di untuk menolak, karena ia kalah suara.


Boys Before Flowers Episode 7


"Jan-di berusaha mencegat Jun-pyo setelah pulang sekolah, namun pria itu menghindar, masuk ke dalam mobil yang telah menunggu, dan kemudian pergi"


Tidak mau menyerah begitu saja, Jan-di bergegas memacu sepedanya ke rumah mewah Jun-pyo dan sampai disana tak lama setelah mobil pria itu tiba. Namun dengan cepat Jun-pyo pindah ke kursi pengemudi dan sambil menjulurkan lidah untuk mengejek, memacu mobilnya keluar rumah.

Wajah Jan-di berubah putus asa, namun mendadak sebuah mobil sport berwarna putih berhenti didekatnya. Pengemudinya adalah seorang wanita cantik, yang langsung membukakan pintu dan menyuruh Jan-di masuk supaya mereka bisa mengejar Jun-pyo. Dalam keadaan bingung, Jan-di menurut.

Kejar-kejaran berakhir ketika mobil sport putih itu berhasil menghadang mobil Jun-pyo, dan si wanita cantik langsung turun sambil menodongkan pedang kendo ke arah pria itu sambil memarahinya yang telah bersikap tidak sopan pada wanita (dalam hal ini Jan-di). Rupanya, sang wanita adalah Gu Jun-hee yang tidak lain adalah kakak Jun-pyo.

Meski galak, Jun-pyo ternyata tidak berkutik saat berhadapan dengan sang kakak. Begitu sampai di rumah, Jun-pyo sengaja menolak untuk makan malam bersama (meski untuk itu ia harus menahan lapar) sehingga Jun-hee 'hanya' ditemani oleh Jan-di, Woo-bin, dan Yi-jung. Dari mereka, wanita itu akhirnya mendengar cerita tentang pertikaian sang adik dan Ji-hoo.

Setelah semuanya selesai, Jun-hee mengantar Jan-di pulang dan mengucapkan terima kasih karena gadis itu bisa membuka hati Jun-pyo sehingga lebih manusiawi. Di tempat lain, Ji-hoo mengajak Jun-pyo bertemu untuk menyelesaikan konflik. Namun bukannya tuntas, permusuhan keduanya malah semakin runcing ketika Ji-hoo meminta Jun-pyo menjauhi Jan-di.

Jun-pyo tidak main-main dengan ancamannya, ia mendatangi kepala sekolah Shinhwa serta mengintimidasi supaya Ji-hoo dan Jan-di dikeluarkan. Tiba-tiba, Jun-hee muncul dan menarik sang adik keluar sambil menjewer kupingnya. Setelah itu, ia mengajak para personil F4 lain dan Jan-di untuk ikut.

Begitu sampai dirumah, Jun-hee mengajukan proposal menarik : Jun-pyo dan Ji-hoo bisa menyelesaikan konflik mereka lewat acara adu ketangkasan di bidang olahraga, siapa yang menang bakal dipenuhi permintaannya. Jun-pyo berusaha protes, namun ia kalah suara karena semua mendukung Jun-hee.

Pertandingan pertama adalah bidang berkuda, dimana Ji-hoo diunggulkan. Saat pertandingan, Ji-hoo unggul jauh namun akhirnya kalah karena Jun-pyo mengambil jalan pintas. Meski menang, Jun-pyo harus bersedih karena akibat tindakannya, kuda yang ditunggangi cedera parah dan dinyatakan tidak akan pernah bisa berlomba lagi.

Hasil undian kedua adalah balap mobil, yang kontan membuat Jun-pyo sumrigah dan yakin bakal menang. Apalagi, Ji-hoo punya ketakutan tersendiri terhadap mobil setelah kecelakaan yang merenggut nyawa kedua orangtuanya. Di sirkuit, Jan-di berusaha membujuk Ji-hoo untuk membatalkan keikutsertaannya, namun permintaan itu ditolak.

Sebelum pertandingan dimulai, Ji-hoo sengaja memeluk dan mencium kening Jan-di tepat didepan Jun-pyo. Akibatnya langsung terasa, mobil Jun-pyo mengalami selip ditengah pertandingan sehingga akhirnya Ji-hoo menang.

Karena kedudukan seimbang, akhirnya digelar pertandingan ketiga. Kali ini, yang memilih adalah Jan-di : renang. Keruan saja Jun-pyo yang fobia terhadap air keberatan, namun Jun-hee mengingatkan bahwa bila itu dilakukan, maka Ji-hoo yang dianggap menang.

Supaya pertandingan tetap dijalankan sekaligus memberi pelajaran pada Ji-hoo yang telah merebut kekasih sahabatnya sendiri, Yi-jung menyebut siap menggantikan Jun-pyo bila yang lain tidak keberatan. Siapa sangka, belakangan Jan-di juga buka suara dan menyebut kalau dirinya juga ingin menggantikan Ji-hoo.

Sudah tentu, pertarungan tidak seimbang itu jadi perbincangan. Bahkan, Ga-eul sempat memikirkan sejumlah rencana untuk mencegah Yi-jung ikut pertandingan. Belakangan, Ga-eul menemui Yi-jung, yang langsung bisa menebak tujuan kedatangan gadis itu.

Kasus cinta segitiga Jan-di dengan Jun-pyo dan Ji-hoo juga terdengar oleh keluarga gadis itu, yang kontan merasa kecewa. Atas nasehat sang ayah, Jan-di menemui Jun-pyo untuk menjernihkan masalah sekaligus meminta maaf.

Boys Before Flowers Episode 6


"Begitu melihat Jun-pyo menanggalkan pakaian, Jan-di langsung memikirkan kemungkinan terburuk dan sambil menutup mata, meminta pemuda itu berhenti."




Sambil tertawa karena siasatnya berhasil, Jun-pyo berlari ke arah air. Tidak mau kalah, Jan-di dengan wajah serius mengatakan kalau ada ular di kaki Jun-pyo. Reaksi pria itu ternyata tidak kalah seru, ia langsung melompat dan berlari menjauh sambil berteriak histeris.

Ketika keduanya kembali berkumpul dengan F4 dan Ga-eul di tepi pantai, Jan-di mengalami kram kaki dan mulai tenggelam. Kejadian itu nyaris saja lepas dari pengamatan semua orang kalau saja Ga-eul tidak menyadari ada sesuatu yang salah. Mendengar nama Jan-di, Jun-pyo langsung terbangun dari tidurnya.

Sayang saat berusaha menyelamatkan sang kekasih, Jun-pyo teringat trauma masa lalu akan air sehingga tidak mampu bergerak. Satu-satunya harapan adalah Ji-hoo, yang langsung berenang secepat kilat dan menyelamatkan Jan-di yang mulai tidak sadarkan diri karena tenggelam. Melihat kejadian itu, Jun-pyo hanya bisa marah pada dirinya sendiri.

Merasa bersalah karena tidak mampu menyelamatkan Jan-di, Jun-pyo menjadi ekstra perhatian pada gadis itu (meski dengan caranya yang unik). Malamnya, ia mendatangi kamar Jan-di dan mengalungkan gelang di pergelangan kaki gadis itu. Dengan nada mengancam, Jun-pyo meminta Jan-di untuk tidak menghilangkan benda berharga tersebut.

Sempat berniat untuk mengobrol dengan Ga-eul, Jan-di akhirnya berjalan ke tepi pantai dan bertemu Ji-hoo disana. Saat kembali Jan-di berpapasan lagi dengan Jun-pyo dengan penuh perasaan bersalah. Ia tidak sadar kalau gelang kaki pemberian pria itu terjatuh di tepi pantai.

Melihat kalung kaki Jan-di hilang sementara kalung yang sama ada di pergelangan tangan Ji-hoo, Jun-pyo sempat berusaha menenangkan diri...sampai Ji-hoo sendiri yang menyerahkan sambil mengatakan bahwa benda itu milik Jan-di. Dalam keadaan terpukul, Jun-pyo kehilangan konsentrasi hingga hidungnya berdarah akibat terkena bola.

Dengan kemarahan yang sempat memuncak hingga berusaha membalap Ji-hoo dengan perahu kecil miliknya, belakangan Jun-pyo mulai tenang. Ia mengajak Jan-di naik helikopter dan menunjukkan sebuah bidang tanah berbentuk hati. Menyebut bahwa itu hanya ditunjukkan pada gadis yang dicintai, Jun-pyo tidak sadar kalau wajah Jan-di terlihat semakin resah.

Dari Woo-bin dan Yi-jung, Jan-di akhirnya tahu kenapa Ji-hoo berubah drastis : wanita yang dicintainya Seo-hyun telah bertunangan dengan pria kaya-raya. Mengacuhkan Jun-pyo yang telah menunggu, Jan-di menyusul Ji-hoo yang berada di pinggir pantai.

Dengan mata berkaca-kaca, Jan-di berusaha menghibur Ji-hoo yang wajahnya tetap tenang. Karena terbawa suasana, Ji-hoo mencium gadis itu. Apes bagi mereka, Jun-pyo melihat semuanya. Dengan marah, Jun-pyo memukul Ji-hoo dan semakin terluka karena Jan-di telah membohonginya.

Setelah kembali dari pulau, Jan-di kembali teringat akan sejumlah kejadian yang telah dilaluinya bersama Jun-pyo, dan hanya bisa meminta maaf dalam hati. Ketika bertemu Ji-hoo keesokan harinya, ia meminta maaf pada pria itu atas semua yang terjadi. Begitu pula dengan Ji-hoo, yang sadar kalau tindakannya telah menyakiti Jan-di dan Jun-pyo.

Begitu jam makan siang dimulai, Jun-pyo mengumpulkan seluruh siswa Shinhwa dan menyampaikan pengumuman penting : Ji-hoo dikeluarkan sebagai anggota F4 dan bersama Jan-di bakal dikeluarkan dari sekolah dalam kurun waktu seminggu.

Berjanji bakal menyelesaikan semua masalah, Ji-hoo berpapasan dengan Yi-jung, yang menegurnya karena telah berusaha merebut Jan-di dari Jun-pyo. Padahal, boleh dibilang Yi-jung adalah anggota F4 yang paling memahami Ji-hoo. Woo-bin juga berusaha menenangkan Jun-pyo, namun ia malah balik diancam bakal mengalami nasib yang sama seperti Ji-hoo.

Boys Before Flowers Episode 5

"Dianggap menipu Jun-pyo yang ditakuti satu sekolah, para siswa Shinhwa membakar sepeda Jan-di dan menjadikan gadis malang itu sebagai bulan-bulanan."



Saat mengantar Soo-hyun ke bandara bersama F4, raut wajah Jan-di mulai berubah tidak enak ketika tahu kalau Ji-hoo tidak muncul. Sebelum pergi, Soo-hyun berbisik pada Jan-di supaya gadis itu bisa membuat Ji-hoo kembali tersenyum sepeninggal dirinya.

Setelah Soo-hyun naik pesawat, barulah Ji-hoo muncul sehingga Jan-di kesal. Namun, wajah Ji-hoo langsung berubah berseri-seri sambil menunjukkan tiket pesawat sambil menyebut kalau dirinya berencana untuk mengejar Soo-hyun. Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa keberaniannya muncul berkat Jan-di.

Sebelum pergi, Ji-hoo mengecup kening Jan-di (dan sukses membuat Jun-pyo cemberut). Selesai mengantar rekannya naik pesawat, Jun-pyo tinggal berdua dengan Jan-di dan berusaha untuk menyampaikan sesuatu pada gadis itu. Apes baginya, gemuruh pesawat membuat suaranya tidak terdengar.

Keruan saja wajah Jan-di kebingungan, sementara Jun-pyo tersenyum penuh kemenangan. Saat di sekolah, tanpa basa-basi pewaris perusahaan Shinhwa itu mengingatkan Jan-di akan janji kencan mereka. Didekat mereka, raut wajah Oh Min-ji sahabat Jan-di langsung berubah drastis.

Tidak memperdulikan ucapan Jun-pyo, Jan-di malah pergi berbelanja bersama sang ibu. Malamnya saat salju turun, ia mulai merasa bersalah dan memutuskan untuk mendatangi tempat 'kencan' mereka. Sesampai disana, ia terkejut melihat Jun-pyo masih disana sambil menggigil kedinginan.

Merasa bersalah, Jan-di membelikan Jun-pyo segelas kopi sambil naik ke puncak sebuah gedung. Kencan singkat mereka terpaksa diperpanjang setelah pintu tempat tersebut terkunci rapat. Terpaksa bermalam disana, Jan-di yang sempat mendorong Jun-pyo (saat merapat) terkejut mendapati tubuh pria itu begitu panas. Dengan telaten, Jan-di menyelimuti Jun-pyo dengan selimut.

Tanpa disadari, seseorang mengambil gambar saat Jan-di dan Jun-pyo keluar dari gedung. Sempat mengira kalau dirinya bakal dimarahi, Jan-di cuma bisa bengong saat mendapati kedua orangtuanya dirumah malah mensyukuri kejadian itu. Kejutan berikut terjadi di sekolah, Jan-di disebut telah menjadi pacar Jun-pyo diiringi dengan bukti foto mereka berdua.

Bukannya membantah, dengan wajah serius Jun-pyo membenarkan dan langsung melingkarkan tangannya di pundak Jan-di sambil membimbing gadis itu keluar dari aula. Kabar tersebut membuat Min-ji jatuh sakit, namun begitu dikunjungi Jan-di dan mendengar pengakuan sang sahabat soal keadaan yang sebenarnya, gadis itu langsung ceria lagi.

Kuatir melihat Jun-pyo, Yi-jung memutuskan untuk mencari tahu tentang Jan-di dari Ga-eul. Dengan kharismanya, Yi-jung berusaha mempengaruhi Ga-eul supaya menasehati Jan-di soal Jun-pyo. Siapa sangka, aksi tersebut malah membuat Ga-eul marah, dan aksi tersebut membuat Yi-jung yang playboy diam-diam terpesona dengan sahabat karib Jan-di itu.

Diajak ke sebuah klub malam oleh Mi-ji, Jan-di tidak sadarkan diri setelah diberi minum oleh seorang pria dan saat terbangun keesokan harinya, mendapati dirinya di sebuah kamar dengan pakaian minim dan tulisan di kaca.

Sempat waswas dan mulai memikirkan hal terburuk, di sekolah Jan-di jadi bulan-bulanan para siswa yang sebelumnya begitu baik (setelah tahu kalau ia kekasih Jun-pyo). Dengan mata terbelalak, Jan-di melihat foto dirinya dalam keadaan tidak sadarkan diri bersama seorang pria.

Usahanya untuk membantah sia-sia, apalagi ketika Jun-pyo, yang tampil beda dengan rambut lurus dan seragam sekolah, muncul. Melihat Jun-pyo yang semula ceria berubah dingin, Yi-jung dan Woo-bin memutuskan untuk mencari tahu apa yang terjadi dengan dibantu oleh Ga-eul.

Berkat cara mereka yang khas, Yi-jung dan Woo-bin sukses menangkap pria yang difoto bersama Jan-di. Sementara itu, Jun-pyo mendapat kunjungan dari Mi-ji, yang memberikannya kunci kamar dimana Jan-di kedapatan 'berselingkuh'.

Dengan wajah sedih, Mi-ji berusaha menghibur Jun-pyo sambil menyebut bahwa Jan-di tidak pantas untuk ditangisi. Ucapan itu justru malah membuat pria itu marah, dan sadar kalau perubahan sikap Mi-ji ada hubungannya dengan apa yang dialami Jan-di.

Boys Before Flowers Episode 4


"Marahnya Ji-hoo karena merasa urusannya dicampuri membuat Jan-di sedih, ia melangkah pergi sambil menitikkan air mata tanpa sadar kalau raut muka pemuda itu ikut berubah."


Saat mengantar Soo-hyun ke bandara bersama F4, raut wajah Jan-di mulai berubah tidak enak ketika tahu kalau Ji-hoo tidak muncul. Sebelum pergi, Soo-hyun berbisik pada Jan-di supaya gadis itu bisa membuat Ji-hoo kembali tersenyum sepeninggal dirinya.

Setelah Soo-hyun naik pesawat, barulah Ji-hoo muncul sehingga Jan-di kesal. Namun, wajah Ji-hoo langsung berubah berseri-seri sambil menunjukkan tiket pesawat sambil menyebut kalau dirinya berencana untuk mengejar Soo-hyun. Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa keberaniannya muncul berkat Jan-di.

Sebelum pergi, Ji-hoo mengecup kening Jan-di (dan sukses membuat Jun-pyo cemberut). Selesai mengantar rekannya naik pesawat, Jun-pyo tinggal berdua dengan Jan-di dan berusaha untuk menyampaikan sesuatu pada gadis itu. Apes baginya, gemuruh pesawat membuat suaranya tidak terdengar.

Keruan saja wajah Jan-di kebingungan, sementara Jun-pyo tersenyum penuh kemenangan. Saat di sekolah, tanpa basa-basi pewaris perusahaan Shinhwa itu mengingatkan Jan-di akan janji kencan mereka. Didekat mereka, raut wajah Oh Min-ji sahabat Jan-di langsung berubah drastis.

Tidak memperdulikan ucapan Jun-pyo, Jan-di malah pergi berbelanja bersama sang ibu. Malamnya saat salju turun, ia mulai merasa bersalah dan memutuskan untuk mendatangi tempat 'kencan' mereka. Sesampai disana, ia terkejut melihat Jun-pyo masih disana sambil menggigil kedinginan.

Merasa bersalah, Jan-di membelikan Jun-pyo segelas kopi sambil naik ke puncak sebuah gedung. Kencan singkat mereka terpaksa diperpanjang setelah pintu tempat tersebut terkunci rapat. Terpaksa bermalam disana, Jan-di yang sempat mendorong Jun-pyo (saat merapat) terkejut mendapati tubuh pria itu begitu panas. Dengan telaten, Jan-di menyelimuti Jun-pyo dengan selimut.

Tanpa disadari, seseorang mengambil gambar saat Jan-di dan Jun-pyo keluar dari gedung. Sempat mengira kalau dirinya bakal dimarahi, Jan-di cuma bisa bengong saat mendapati kedua orangtuanya dirumah malah mensyukuri kejadian itu. Kejutan berikut terjadi di sekolah, Jan-di disebut telah menjadi pacar Jun-pyo diiringi dengan bukti foto mereka berdua.

Bukannya membantah, dengan wajah serius Jun-pyo membenarkan dan langsung melingkarkan tangannya di pundak Jan-di sambil membimbing gadis itu keluar dari aula. Kabar tersebut membuat Min-ji jatuh sakit, namun begitu dikunjungi Jan-di dan mendengar pengakuan sang sahabat soal keadaan yang sebenarnya, gadis itu langsung ceria lagi.

Kuatir melihat Jun-pyo, Yi-jung memutuskan untuk mencari tahu tentang Jan-di dari Ga-eul. Dengan kharismanya, Yi-jung berusaha mempengaruhi Ga-eul supaya menasehati Jan-di soal Jun-pyo. Siapa sangka, aksi tersebut malah membuat Ga-eul marah, dan aksi tersebut membuat Yi-jung yang playboy diam-diam terpesona dengan sahabat karib Jan-di itu.

Diajak ke sebuah klub malam oleh Mi-ji, Jan-di tidak sadarkan diri setelah diberi minum oleh seorang pria dan saat terbangun keesokan harinya, mendapati dirinya di sebuah kamar dengan pakaian minim dan tulisan di kaca.

Sempat waswas dan mulai memikirkan hal terburuk, di sekolah Jan-di jadi bulan-bulanan para siswa yang sebelumnya begitu baik (setelah tahu kalau ia kekasih Jun-pyo). Dengan mata terbelalak, Jan-di melihat foto dirinya dalam keadaan tidak sadarkan diri bersama seorang pria.

Usahanya untuk membantah sia-sia, apalagi ketika Jun-pyo, yang tampil beda dengan rambut lurus dan seragam sekolah, muncul. Melihat Jun-pyo yang semula ceria berubah dingin, Yi-jung dan Woo-bin memutuskan untuk mencari tahu apa yang terjadi dengan dibantu oleh Ga-eul.

Berkat cara mereka yang khas, Yi-jung dan Woo-bin sukses menangkap pria yang difoto bersama Jan-di. Sementara itu, Jun-pyo mendapat kunjungan dari Mi-ji, yang memberikannya kunci kamar dimana Jan-di kedapatan 'berselingkuh'.

Dengan wajah sedih, Mi-ji berusaha menghibur Jun-pyo sambil menyebut bahwa Jan-di tidak pantas untuk ditangisi. Ucapan itu justru malah membuat pria itu marah, dan sadar kalau perubahan sikap Mi-ji ada hubungannya dengan apa yang dialami Jan-di.





Boys Before Flowers Episode 3

"Begitu Jan-di keluar dari kamar Seo-hyun dengan pakaian pesta, semua yang hadir langsung terpana oleh kecantikannya (terutama Jun-pyo)".


Atas desakan Seo-hyun, Ji-hoo akhirnya mengajak Jan-di berdansa. Bisa dibayangkan, bagaimana berbunga-bunganya gadis itu. Jun-pyo yang cemburu memutuskan untuk keluar mencari udara segar, dan di pinggir kolam renang melampiaskan kemarahannya.

Sikap Jun-pyo berubah saat melihat seekor serangga didekatnya, ia langsung histeris dan saat berusaha mengusir binatang itu, terjatuh ke dalam air. Malang bagi pemuda itu, ia tidak bisa berenang dan pelan-pelan tenggelam. Beruntung, kejadian tersebut dilihat oleh seorang siswa, dan dengan sigap Jan-di langsung terjun untuk menyelamatkan Jun-pyo.

Melihat tubuh sang musuh bebuyutan, dengan panik Jan-di memberikan pernapasan buatan. Mendadak mata Jun-pyo terbuka lebar dan bukannya bangkit, ia menarik bahu Jan-di untuk mengulangi yang dilakukan sebelumnya. Keruan saja Jan-di marah, ia langsung memukul Jun-pyo (yang dianggap tidak tahu diri) dan berjalan pergi sambil marah-marah.

Sejak kejadian itu, Jun-pyo terlihat sangat bahagia dan semakin getol mengerjai Jan-di. Saat sedang menunggui gadis itu di kolam renang, muncul tiga orang rekan sekelas (penggemar) yang menunjukkan rekaman Jan-di saat bersama Ji-hoo di taman, dan menyebut gadis itu sebagai orang yang mata duitan.

Diam-diam Jun-pyo dibakar cemburu, dan berusaha memaksa untuk berciuman saat bertemu Jan-di. Penolakan gadis itu membuat Jun-pyo mengurungkan niatnya, ia merasa Jan-di begitu benci terhadap dirinya, sehingga akhirnya ia memutuskan untuk berjalan pergi.

Kejadian tersebut membuat Jan-di sempat ketakutan ke sekolah, namun sebuah bingkisan berisi pakaian pesta mewah dari Seo-hyun membuatnya tidak bisa lari lagi. Datang ke pesta ultah sang model sendirian, ia langsung disambut oleh Yi-jung dan Woo-bin. Sempat berpapasan dengan Jun-pyo, yang menatap dengan dingin, Jan-di terus dipuji oleh dua personil F4 tersebut.

Tiba-tiba, Seo-hyun muncul digandeng Ji-hoo untuk meniup lilin kue ultah. Ia juga menyampaikan pengumuman penting yaitu bakal segera kembali ke Paris dan tidak akan pulang lagi ke Korea. Sontak, tiga personil F4 langsung paham kenapa Ji-hoo terlihat begitu muram beberapa hari belakangan, sementara mata Jan-di langsung berkaca-kaca.

Saat keduanya masuk kedalam kamar, Ji-hoo tidak tahan lagi dan langsung menumpahkan semua perasaannya pada Seo-hyun, yang hanya bisa meminta maaf. Saat keduanya berciuman, kejadian itu dilihat Jan-di. Apes bagi gadis itu, keberadaannya diketahui oleh Ji-hoo dan Seo-hyun, untung dari belakang Ju-pyo muncul dan berhasil mengalihkan perhatian.

Sambil berjalan menjauh, Jun-pyo melingkarkan tangannya ke bahu Jan-di. Menemani gadis malang itu di bar yang sepi, dengan caranya yang unik Jun-pyo berusaha menghibur Jan-di yang merasa dirinya tidak berharga. Ucapan itu sukses membuat keduanya deg-degan, dan memutuskan untuk sama-sama menenangkan diri sejenak.

Saat kembali, Jun-pyo mendapati Jan-di sudah mabuk berat. Mengira dirinya bakal dicium, Jun-pyo dikejutkan oleh Jan-di yang mendadak ambruk dan muntah di pakaian mahal pria itu. Keesokan harinya saat bangun, Jan-di mendapati dirinya telah kembali berada dirumah Jun-pyo. Sempat hendak mengamuk, ia langsung berubah malu saat diingatkan akan kejadian malam sebelumnya.

Baru saja hendak pulang, Jan-di tertahan karena kepulangan Kang Hee-soo, presiden Shinhwa sekaligus ibu Jun-pyo. Panik saat tahu sang ibu bakal segera tiba, Jun-pyo langsung menelepon rekan-rekan F4-nya untuk meminta nasehat soal masalah Jan-di.

Sadar kalau latar belakang gadis itu bakal membuat Hee-soo mengamuk, F4 menyamarkan Jan-di dengan pakaian mahal dan mengenalkannya sebagai gadis dari keluarga terpandang. Tidak cuma itu, Jan-di dikenalkan sebagai maskot F4 yang baru. Sudah tentu, Hee-soo tidak percaya begitu saja dan meminta asistennya untuk mengecek latar belakang gadis itu.

Sempat diminta untuk memeragakan busana, siapa sangka penyamaran Jan-di sukses dan saat pulang, ia mendapat hadiah sebuah kacamata renang berharga mahal. Keesokan harinya di sekolah, Jan-di mendapat kunjungan dari Seo-hyun.

Meski hatinya pedih, Jan-di berusaha sekuat tenaga membujuk Seo-hyun untuk tidak pergi ke Paris demi Ji-hoo. Ia tidak sadar bahwa saat keduanya berbicara empat mata, ada Ji-hoo yang tanpa sengaja menguping pembicaraan mereka.

Boys Before Flowers Episode 2

"Saat sedang ganti baju, Jan-di dikejutkan oleh tiga orang siswa yang nekat masuk. Bisa ditebak, mereka adalah orang-orang suruhan Jun-pyo".





Posisi Jan-di semakin tidak menguntungkan setelah tangan dan kakinya dipegang dengan erat oleh tiga siswa. Namun sebelum keadaan bertambah kacau, tiba-tiba muncul Ji-hoo yang dengan santainya malah menanyakan resep panekuk ke Jan-di yang terduduk di lantai dan tidak bisa bergerak.

Melihat kehadiran Ji-hoo, tiga orang suruhan Jun-pyo akhirnya kabur setelah melihat sahabat bosnya itu bergeming. Simpati Jan-di terhadap Ji-hoo makin besar, dan secara tidak sengaja ia kembali bertemu pria itu, yang kedapatan sedang mengagumi poster model terkenal sekaligus alumnus Shinhwa bernama Min Seo-hyun, di malam hari.

Cobaan bagi Jan-di setelah menerima nota merah dari F4 belum berakhir. Keesokan harinya, ia terkaget-kaget ketika mengetahui kalau digosipkan hamil di luar nikah. Tidak bisa mengendalikan amarahnya lagi, Jan-di langsung mendatangi Jun-pyo. Senyum kemenangan pria itu langsung berubah saat melihat Jan-di mengambil kuda-kuda...dan tiba-tiba menendangnya hingga terjatuh dengan jurus tendangan memutar.

Bukannya marah, Jun-pyo malah tersenyum dan dengan cepat mengambil kesimpulan (yang salah) bahwa Jan-di menaruh hati padanya. Sebaliknya, kejadian itu malah membuat Jan-di ketakutan kalau dirinya bakal dikerjai lebih berat lagi. Mengendap-ngendap saat hendak masuk ke sekolah, mendadak ia dikejar dan ditangkap oleh sekumpulan pria berpakaian parlente.

Di dalam sebuah rumah mewah, Jan-di didandani habis-habisan dan setelah selesai, digiring ke dalam satu ruangan. Bisa dibayangkan bagaimana kagetnya Jan-di saat tahu siapa dalang semuanya : Jun-pyo. Dengan gayanya yang arogan, Jun-pyo mengatakan bisa memberikan Jan-di kemewahan bila bersedia menjadi kekasihnya. Dapat ditebak, Jan-di yang sakit hati langsung melepas semua pemberian Jun-pyo dan pergi.

Sempat bertemu Ji-hoo di perjalanan pulang, belakangan Jan-di baru tahu dari dua personil F4 yang lain (So Yi-jung dan Song Woo-bin) bahwa sang model terkenal Min Seo-hyun adalah wanita yang dicintai pria tersebut. Bisa ditebak, Jan-di yang sudah terlanjur menyukai Ji-hoo langsung patah hati dan yang menjadi sasaran kemarahan adalah Jun-pyo yang semula berusaha menghibur.

Dasar nasib, Jan-di yang sedang bersama sahabat karibnya Chu Ga-eul kembali berpapasan dengan Jun-pyo di sebuah perairan (meski awalnya gadis itu tidak ikut berlibur bersama teman-teman sekelasnya). Tidak memperdulikan pria yang membuatnya sebal, Jan-di tidak bisa menolak saat Ji-hoo muncul dan menawarkannya untuk datang ke pesta penyambutan kembalinya Seo-hyun.

Apes bagi Jan-di, ia dibohongi oleh tiga teman sekelasnya Ginger-Sunny-Miranda (yang merupakan fans berat Jun-pyo) dan muncul di pesta dengan kostum Wonder Woman. Seolah belum cukup, ia juga dipermalukan oleh ketiganya di hadapan orang banyak.

Melihat kejadian tersebut, Jun-pyo berniat untuk menolong Jan-di. Namun, ia kalah cepat dengan Ji-hoo dan Seo-hyun, yang dengan tatapan dingin memarahi Ginger-Sunny-Miranda. Tidak cuma itu, ia juga meminta Ji-hoo untuk mengantar Jan-di ke kamar.

Boys Before Flowers Episode 1




Di Korea, Shinhwa merupakan salah satu grup perusahaan yang paling disegani. Tidak cuma bergerak di bidang bisnis, grup yang konon mendapat dukungan dari pemerintah tersebut juga memiliki sebuah sekolah yang begitu prestisius.

Saking prestisiusnya, hanya anak-anak terpilih alias dari keluarga terpandang saja yang bisa masuk disana. Namun meski di luar terlihat begitu sempurna, dimana para lulusannya hampir pasti jadi orang terpandang, ada rahasia kelam dibalik sekolah Shinhwa.

Orang luar pertama yang merasakan ketidakberesan itu adalah Geum Jan-di, anak sebuah pemilik laundry yang sehari-harinya bertugas mengambil atau mengantar pakaian milik anak-anak sekolah Shinhwa. Suatu hari tanpa sengaja, ia melihat salah seorang murid yang nekat hendak terjun dari atap gedung sekolah.

Lewat sejumlah kejadian kocak, Jan-di akhirnya sukses menyelamatkan siswa malang itu. Keruan saja, aksinya menjadi bahan pembicaraan mulai di sejumlah forum internet hingga surat kabar. Imbasnya, citra sekolah Shinhwa menjadi terancam oleh kejadian yang terekspos luas itu.

Untuk mengatasinya, pemimpin sekolah Shinhwa akhirnya mengambil keputusan yang cukup mencengangkan : memberikan beasiswa untuk Jan-di yang notabene berasal dari kalangan bawah. Bisa dibayangkan, bagaimana tercengang-cengangnya ayah-ibu dan adik gadis itu saat diberitahu langsung.

Jan-di yang semula menolak keras akhirnya luluh oleh bujukan kedua orangtuanya, dan berjanji untuk menjauhi segala bentuk masalah. Di hari pertama bersekolah, ujian sudah datang dalam bentuk grup empat orang pemuda (terdiri dari putra-putra orang paling berpengaruh di Korea) yang menamakan diri mereka F4.

Sikap mereka yang begitu arogan, ditambah seluruh murid sekolah Shinhwa yang begitu menyembah keempatnya, membuat Jan-di jengkel sendiri dan melampiaskannya di sebuah sudut sekolah yang sepi. Apes baginya, ternyata disitu juga ada salah satu personil F4 Yoon Ji-hoo. Untung baginya, Ji-hoo begitu cuek dan dingin sehingga gadis itu malah berbalik simpati.

Satu-satunya teman yang tidak memandang Jan-di dengan sinis adalah Oh Min-ji, yang diam-diam memendam rasa kagum pada pentolan F4 Goo Jun-pyo. Bisa dibayangkan, bagaimana reaksi gadis itu saat Jun-pyo mempermalukan Min-ji akibat sebuah insiden kecil.

Niatnya yang semula hendak menjauhi keributan akhirnya berantakan oleh kejadian itu, bahkan Jan-di tanpa ragu-ragu memukul Jun-pyo. Bisa ditebak, semua itu menjadi awal dari penderitaan yang harus diterima Jan-di akibat aksi nekatnya itu. Apalagi, Jun-pyo (yang ternyata adalah anak pemilik grup Shinhwa) memiliki kekuasaan absolut atas murid-murid Shinhwa.(mdL)

12 Desember 2012 = KIAMAT!!!!

Beberapa kelompok dari seluruh dunia sedang berkumpul dan mulai menghitung mundur tanggal misterus yang telah dinanti2 ratusan tahun: 21 Desember 2012

Berbagai kelompok dari Amerika, Kanada dan Eropa, para pengikut sekte apokaliptis (kiamat) dan beberapa individu mengatakan bahwa hari tersebut adalah hari terakhir dunia ini.

Mereka yang percaya bahwa kiamat akan terjadi pada 21 Desember 2012, mendasarkan kepercayaan mereka pada kalender yang dibuat oleh suku Maya, yang ditemukan di reruntuhan di Mexico. Kebudayaan kuno ini dikenal atas kemampuannya di ilmu matematika dan astronomi.

Masyarakat Maya Kuno, yang dikenal maju ilmu matematika dan astronominya, mengikuti “perhitungan panjang” kalender yang mencapai 5,126 tahun. Ketika peta astronomi mereka dipindahkan ke kalender Gregorian, yang digunakan secara standar sekarang, waktu perhitungan bangsa Maya berhenti pada 21 Desember 2012.

Mereka yang percaya juga mengatakan adanya hubungan lain selain antara kalender maya dan kehancuran yang akan datang. Matahari akan terhubung lurus dengan pusat Tata Surya pertama kalinya semenjak 26000 tahun yang lalu, yang menandai puncak musim dingin. Beberapa orang mengatakan hal ini akan mempengaruhi aliran energi ke bumi, atau karena adanya sunspot dan sunflare yang jumlahnya membengkak, menyebabkan adanya efek terhadap medan magnet bumi

Para ahli berusaha meredam skenario kiamat ini sebagai salah satu ramalan bohongan lagi, tapi sangat jelasm bahwa banyak sekali orang yang meramalkan adanya kemungkinan bencana besar pada tanggal tersebut.

“Anda harus mengerti, tidak akan ada sama sekali sisa,” kata Patrick Geryl kepada ABC News. “Kita harus akan memulai kembali semua kebudayaan dan kehidupan dari awal lagi.” Geryl, pekerja laboratorium berusia 53 tahun yang hidup di Belgia, keluar dari pekerjaannya dua tahun lalu setelah ia menabung sejumlah uang yang cukup digunakan sampai tahun 2012. Ia sekarang sedang mengumpulkan persediaan yang jika di daftar, mencapai 11 halaman lebih.

Geryl bukanlah satu2nya orang yang berpikir demikian, jika anda goggling “2012 the end of the world” akan ada sekitar 700.000 hit untuk anda klik. Lebih dari 6500 video telah diposting di YouTube. Ribuan buku jg menulis mengenai hal itu, mengikuti sukses buku Daniel Pinchbeck: “2012: The Return of Quetzalcoatl,” yang terjual ribuan kopi tiap bulannya semenjak dirilis bulan Mei lalu.

Tapi apa sih bencana besar di tanggal 21 Desember 2012 itu? ada yang mengatakan pembalikan titik magnet bumi, utara menjadi selatan, kemudian matahari terbit dari barat, yang memicu bencana alam diseluruh dunia. Ada juga yang mengatakan bahwa tanggal tersebut adalah tanggal kebangkitan spiritual seluruh dunia.

Para ahli menertawakan hal ini. “Ramalan2 itu benar2 nggak ada dasarnya sama sekali, apalagi di kebudayaan Maya yang kita kenal,” kata Stephen Houston, profesor antropologi di Brown University, yang adalah juga ahli tulisan hieroglif Maya. “Penggambaran bangsa maya tidak pernah menyebut2 hal ini.” katanya. Bangsa maya melihat bahwa tanggal tersebut adalah tanggal kalender mereka, tapi kemudian mengulang kalender mereka kembali tanpa adanya bencana sama sekali.

“Emang seperti itu, hal itu cuman ungkapan kegelisahan manusia di jaman kita, dan menemukan adanya preseden kuno mengenai hal itu, mereka langsung menghubung2kannya.” katanya. “Orang lebih cenderung percaya dengan kebijaksanaan kuno yang meramalkan kejadian di masa ini.”

Pura-pura Tidur

Saya sedang menikmati kesendirian dengan penuh “penghayatan”, ketika mendadak lampu kamar mandi mati. Dari luar kamar mandi terdengar langkah-langkah kecil berlari menjauh. Segera bisa ditebak ini pasti ulah salah seorang keponakanku yang usil mematikan lampu.

Begitu bergegas keluar karena adanya interupsi tersebut, segera saya mencarinya di kamar mereka. Rupanya mereka sedang tertidur di kasurnya masing-masing dengan wajah innocent. Tapi saya bisa melihat secuplik senyum tersembunyi di ujung bibir seorang di antaranya, yang sepertinya berusaha keras menahan tawa. Apalagi ketika saya coba dekatkan tangan, terasa jantungnya berdegup kencang. Rambutnya juga tidak terlihat acak-acakan layaknya orang tidur. A-ha … gotcha … ketahuan siapa tersangka utamanya. Pasti dia masih dag-dig-dug karena melarikan diri dari TKP, dan nafasnya tidak beraturan seperti mimpi dikejar buto cakil.

Baiklah, saya akan biarkan dia sehingga gembira mengira bisa mengakaliku dengan pura-pura tidur, tapi dalam hati sudah siapkan rencana counter-attack… he he he … tunggu pembalasanku ….

Ketika SMP saya mengikuti perkemahan pramuka. Sampai larut malam kami masih asyik bercanda di tenda sambil menggoda yang sudah tidur duluan. Mungkin karena terlalu ribut, ditegur oleh guru pembina pramuka. Karena takut didatangi, segera kami berpura-pura tidur. Ada yang selimut atau sarung diselubungkan ke sekujur tubuh, ada yang wajah ditutup handuk. Maklum tidak pernah ikut casting, jadi gampang ketahuan dan dimarahi guru pembina. Acara tidur siang bagi sebagian anak kadang dirasa seperti dikungkung. Jamnya tidur siang masih saja bermain-main. Tapi buru-buru ke kamar tidur dan pura-pura sudah tertidur nyenyak begitu dilihat ortu datang. Tapi ortu bisa menebak, soalnya posisi tidurnya tidak terlihat natural, atau letak selimut “terlalu sempurna”. Konyolnya, ada yang telapak kakinya masih item, belum cuci kaki .. ha …ha…. Namanya juga anak-anak, belum profesional berlagak pura-pura tidur. Kalau menurut anda bagaimana cara mengetahui seseorang itu pura-pura tidur atau beneran?

Sebenarnya kita juga sering pura-pura tidur waktu di angkutan umum. Misal ketika sedang naik ka ekonomi atau bis kota, biar tidak disambangi pengamen atau peminta sumbangan. Wah, tapi pengamen sekarang ada yang galak juga, biarpun tidur beneran tetap aja dibangunin. Pernah saya pura-pura tidur dicolek, saya diem saja. Eh dicolek terus, “Mas … Mas karcisnya Mas …”, suara Pak Kondektur … he he he sorry Pak salah kira … Hayo mungkin anda pernah pura-pura tidur karena penumpang yang duduk di sebelah ceritanya monoton dibolan-baleni (diulang-ulang) terus sampai mendem mendengarnya.

Pura-pura tidur juga bisa dijadikan taktik untuk mengusir secara halus bila sedang tidak berkenan. Misalkan sudah berencana mau mengerjakan sesuatu, tiba-tiba ada teman datang ke rumah. Tapi mau menolak nggak enak. Nah, setelah beberapa lama ngobrol, mulailah pura-pura terkantuk-kantuk dan tidur. Kalau yang pangerten sih bakalan segera pamit, tapi ada juga yang tetap bertahan meski panjenengan sudah menguap berkali-kali sampai mengalami defisit abab. Konon kalau kita didatangi binatang buas yang sudah terlanjur dekat, sehingga tidak sempat lari, ada cara menyelamatkan diri dengan pura-pura tidur atau mati. Tapi mungkin juga itu tergantung binatangnya. Wah kalau saya sampai didatangi binatang semacam harimau atau beruang segede kebo, mungkin aktingnya bakalan benar-benar meyakinkan, soalnya langsung … jatuh pingsan. Traumanya bisa berlangsung cukup lama sampai tiap malam mimpi dikeloni macan.

Baiklah teman-teman, kalau ingin pura-pura tidur tanpa ketahuan, cobalah sambil ngiler secukupnya, kurang lebih tiga sendok makan. Pasti saat melihat iler yang pating dlewer tersebut, orang akan percaya kalau panjenengan itu benar-benar ….. njelei tenan …..

Watak dan Karakter Berdasarkan Warna

Semua orang mempunyai salah satu jenis warna yang sangat disukai dari sekian banyak warna yang kita kenal dalam dimensi kita. Banyak yang kurang menyadari, sebenarnya dari Warna Favorit kita dapat melihat watak seseorang.

Warna Biru
Warna kesukaan kamu Biru, biasanya termasuk tipe pemurung, selalu menyenangkan dan selalu bertindak pasif dalam segala hal. Selalu mengharapkan kedamaian dan ketenangan. Kamu memiliki kesulitan dalam pergaulan. Demikian pula dalam bercinta karena kamu sering sekali menyembunyikan perasaan.

Warna Hitam
Kamu termasuk tipe orang yang sangat lincah dalam hal-hal tertentu saja. Jika berada dilingkungan yang tidak disukai, maka kamu akan menjadi murung. Kamu selalu tampil menarik, rapi, cukup banyak lawan jenis berusaha mengejar dan merebut cinta kamu.

Warna Merah
Kamu sangat berwibawa dan juga senang melindungi orang yang lemah. Walau sering kali bergaul dan bercanda tapi kamu bisa menahan diri. Banyak orang mengatakan cinta, tapi kamu selalu berpikir dan berpikir lagi. Kamu termasuk tipe yang sulit jatuh cinta.
Warna Hijau
Jika warna favorit kamu hijau, maka kamu adalah tipe yang sangat romantik, menyukai keindahan, menyenangi alam dengan udara yang sejuk. Kamu adalah seseorang yang selalu memegang prinsip. Dalam hal bercinta kamu mengidam-idamkan calon teman hidup yang penuh toleransi dan dapat dipercaya.

Warna Kuning
Kesukaan kamu warna kuning menandakan bahwa kamu memiliki sifat optimis. Kamu tipe periang dan senang bergaul, tidak memiliki penampilan yang loyo. Sifat tolong-menolong selalu ada dalam diri kamu, karena menolong merupakan suatu kewajiban mutlak bagi kamu. Kamu orang yang tidak pernah meremehkan siapapun juga, walaupun seseorang itu dungu atau bloon.

Warna Putih
Kamu adalah orang yang dilahirkan ke dunia dengan sempurna, jika menyukai warna putih, banyak orang mengagumi kamu karena sifat angun, sifat idealis dan moral kamu yang teramat tinggi. Tak pernah angkuh, senang menolong siapa saja yang membutuhkan bantuan kamu.

Warna Ungu
Warna Ungu adalah pribadi dengan tipe yang benar-benar luar biasa. Selalu optimis, dalam menghadapi masa depan kamu tidak pernah ragu-ragu, apa yang dikerjakan kamu adalah yang terbaik. Kamu pandai benar dalam mengikuti perkembangan jaman. Dalam bercinta, hanya merekalah yang kuat mental yang bisa mendekati dan menjadi kekasih kamu.

WaRna FaVoriT MenCerMinkan PeRiLaku Seks KaMu

Coba tengok lemari pakaian Kamu. Betulkah sebagian besar warna busana Kamu berwarna biru? Atau merah? Bagaimana dengan warna favorit pasangan Kamu? Mungkinkah ada hubungan warna favorit seseorang dengan perilaku seksualnya? Menurut para ahli yang mendalaminya sih, bisa-bisa saja. Cobalah bandingkan dengan pengalaman Kamu sendiri, bEnaR apa bEnaR ?

MeRaH

Kamu tipe yang gampang terangsang dan menikmati seks dengan cara yang sulit dibayangkan orang biasa. Sekali gairah seks Kamu menyala, perlu waktu berjam-jam untuk memadamkannya.

Saran: Cari pasangan seks yang sama-sama suka merah.

OraNye

Sebagai pencinta warna oranye, Kamu menyukai fantasi seksual nan erotik. Bagi Kamu, aktivitas seks adalah permainan yang dramatis, dimana Kamu memegang peran utama.

Saran: Foreplay sangat penting bagi Kamu, nyaris sama seperti seks itu sendiri. Carilah pasangan yang sama-sama menyukai proses seks, bukan cuma hasilnya.

KuninG

Kamu bersikap ambivalen terhadap seks. Maka itu, ada saat-saat Kamu tidak terlalu menikmatinya.

Saran: Cari pasangan yang dapat memberi stimulus buat kamu.

HijaU

Kamu ’segar’, innocent, dan nyaris tak tahu apa-apa tentang seks. Kamu juga sopan dan lembut.

Saran: Mudah-mudahan Kamu beruntung memperoleh pasangan yang sama-sama suka warna hijau, supaya Kamu tak dipermainkan.

BiRu

Kamu salah satu dari sedikit orang yang sangat menggairahkan. Penuh perhatian dan sensitif, kuat, dan sangat berhasrat, adalah respons yang biasa Kamu berikan. Permainan cinta Kamu bikin sebagai seni yang tak akan terlupakan.

Saran: Bila Kamu menikah nanti, pasangan Kamu pasti merasa beruntung.

Ungu

Kamu sering berpikir bahwa Kamu terlalu sophisticated untuk permainan seks yang liar.

Saran: Pikirkan kepuasan seks ketimbang penampilan. Bukan cuma untuk Kamu, tapi juga untuk pasangan Kamu.

PiNk

Kamu belum matang bila berhubungan dengan seks. Kamu hanya menyukai bagian-bagiann yang menyenangkan dan flirting-nya saja. Bila menjadi serius, Kamu lebih suka ngabur.

Saran: Belajarlah menjadi dewasa.

Cokelat

Kamu hangat, dalam, dan amat sensitif. Kebutuhan dan hasrat pasangan sangat penting bagi Kamu. Sebagai pencinta warna cokelat, kata “Aku Cinta Padamu” jarang terucap dari mulut Kamu, sebab Kamu lebih suka mewujudkannya dalam bentuk perapian yang berkobar-kobar, seperti gairah cinta Kamu sebenarnya.

Saran: Kamu begitu suka berada dalam keadaan jatuh cinta, sampai-sampai lupa bahwa ‘panasnya’ cinta bisa saja berakhir.

Putih

Kamu tergolong puritan, bahkan mungkin menganggap seks itu kotor. Bila melakukannya pun, Kamu memastikan seks yang sangat bersih dan klinis, dan mandi sebelum dan sesudahnya.

Saran: Sedikit spontan dan ‘kotor’ mungkin akan lebih menggairahkan hidup Kamu.

Abu-abu

Wah, pilihan warna yang mengejutkan. Kamu sulit memutuskan apakah Kamu menyukai seks atau tidak. Kamu bahkan sering kehilangan kegembiraan dan kegairahan dalam seks.

Saran: Jangan terlalu praktis, nikmatilah seks.

Hitam

Aduuh, betulkah Kamu suka yang tidak biasa dalam melakukan hubungan seks?

Saran: Tak ada jalan lain, pilih pasangan yang suka hitam juga.

Arti HURUF DEPAN Nama Kamu …..

* A *
Kamu jauh dari romantis. Lebih tertarik pada tindakan, sih. Ada prinsip ‘apa yang dilihat, itulah yang didapat’. Kamu pasti tidak sabar main mata atau pegangan tangan di gedung bioskop. Maunya langsung tancap, hehehe…. Maka tidak ada tempat bagi seseorang yang malu-malu kucing, manis, pura pura sopan atau muna. “Sudah bukan jamannya isyarat yang tak jelas” kata kamu. Padahal, secara penampilan luar, tidak kelihatan lho, bahwa kamu itu penuh gairah dan seksi..

* B *
Duh, romantisnya. Bukankah kamu suka suasana makan malam yang indah? Kamu juga suka menerima hadiah-hadiah sebagai tanda cinta dari pasangan. Kamu ingin dimanja dan tahu bagaimana memanjakan dia. Kamu sangat pribadi dalam menunjukkan rasa cinta dan khususnya saat bercinta. Kamu akan menahan semuanya sampai segala sesuatu sesuai. Kamu mampu mengontrol hasrat dan puasa dari seks bila harus. Kamu membutuhkan sensasi dan pengalaman baru. Kamu selalu ingin bereksperimen.

* C *
Kamu adalah pribadi yang sangat sosial. Maka hubungan pribadi sangatlah penting. Kamu butuh kedekatan dan kebersamaan. Kamu harus dapat bicara dengan pasangan sebelum, selama dan sesudah bercinta. Kamu ingin objek kasih sayang haruslah bisa diterima secara sosial, untuk itu si dia harus ganteng atau cantik. Kamu melihat kekasih sebagai teman dan pendamping.
Kamu adalah orang yang sangat seksi dan sensual. Yang kamu butuhkan adalah seseorang yang menghargai dan hampir memuja kamu. Nah, ketika itu tak tercapai, kamu tega meninggalkannya dalam waktu lama tanpa aktivitas mesra/seks sama sekali. Kamu adalah seorang ahli dalam mengontrol keinginan.

* D *
Semangat kamu besar sekali dalam mengejar sesuatu yang diinginkan.
Kenapa? Seperti tak ada kata menyerah. Tapi kamu sangat ngemong dan peduli pada masalah orang lain.
Di luar itu, kamu sangat seksi, bergairah, setia dan penuh semangat dalam membina hubungan meski kadang posesif dan pencemburu. Seks, bagi kamu adalah hal yang menyenangkan dan harus dinikmati. Kamu terdorong oleh hal hal eksentrik dan tak biasa, bebas dan terbuka. Untuk yang terakhir ini waspadalah.

* E *
Ternyata, kebutuhan terbesar kamu adalah bicara. Jika teman kencan bukan pendengar yang baik, hubungan bisa buruk. Maka carilah pacar yang menarik secara intelektual. Jika tidak, kamu tak akan tertarik secara seksual padanya. Sehari-hari, kamu benci ketidakharmonisan, tapi menikmati perdebatan. Aneh ya? Kamu juga suka main mata, dengan kilah: tantangan itu lebih penting dibanding tindakan seksual. Boleh dipercaya kok, kamu sangat setia begitu sudah menjatuhkan hati. Tapi kesetiaan itu tak cukup berarti bagi kekasih kamu jika ia bukan orang pintar. Karena kamu bisa tertidur dengan buku di pelukan.

* F *
Jangan terlalu idealis-lah. Kamu juga sangat memuja lawan-jenis. Yang kamu cari adalah pasangan hidup terbaik. Nggak gampang lho. Karena kamu merasa sangat setia pada pasangan? Atau karena kamu merasa sensual, seksi? Di depan banyak orang, kamu suka pamer, lho. Suka kemewahan dan kecantikan dibalik sifat romantis yang kamu miliki. Sehingga adegan cinta dramatis adalah fantasi favorit kamu di masa silam. Tapi, sebagai kekasih, kamu sangat baik hati kok.

* G *
Kamu orang yang sangat pemilih. Sukanya pada kesempurnaan diri, dan apalagi kekasih. Kamu hanya menanggapi orang-orang yang status serta intelektualitasnya lebih. Di tempat tidur, kamu tahu bagaimana meraih puncak stimulasi erotis karena kamu mengerjakannya dengan amat cermat.
kamu bisa menjadi seseorang yang amat aktif secara seksual ketika menemukan waktu yang tepat. Tugas-tugas dan tanggung jawab, mengatasi hal-hal lain. Kamu mungkin sulit dekat secara emosi dengan seorang kekasih, tetapi tidak kesulitan dekat secara seksual.

* H *
kamu mencari pasangan yang dapat menaikkan reputasi dan mendapatkan keterampilan. Kamu sangat baik terhadap kekasih sekali waktu menjalani \ komitmen. Hadiah-hadiah kamu sebenarnya merupakan investasi bagi pasangan. Sebelum menjalani komitmen, kamu cenderung berhemat dan berhati-hati terhadap pengeluaran dan kebiasaan berkencan serta sama hati hatinya dengan keterlibatan secara seksual. Kamu adalah kekasih yang sensual dan sabar.

* I *
Kamu memiliki kebutuhan besar untuk dicintai, dihargai, bahkan dipuja.
Kamu menikmati kemewahan, sensualitas dan kenikmatan ragawi. Kamu mencari kekasih yang tahu apa yang dikerjakan. Kamu tidak tertarik orang orang amatir kecuali mereka yang membutuhkan tutor. Kamu cerewet dan menghabiskan banyak tenaga untuk menjadikan terpenuhinya keinginan.
Kamu butuh eksperimen dan mencoba mode baru untuk kegiatan seks. Kamu mudah bosan sehingga membutuhkan petualangan dan perubahan seksual. Kamu lebih sensual daripada seksual tetapi kadang menurun menjadi terlalu bernafsu, hihihi…

* J *
Kamu sangat romantis dan terkait dengan kemewahan cinta. Memiliki pasangan adalah hal yang sangat penting bagi kamu. Kamu bebas dalam menyatakan cinta dan ingin mengambil kesempatan, mencoba pengalaman seks dan pasangan baru, membuat semuanya terasa enak. Otak memicu kamu. Kamu harus merasa bahwa pasangan mendorong secara intelektual. Bila tidak, kamu akan kesulitan menjaga hubungan dengannya.
Kamu membutuhkan cinta, butuh disayang, butuh suasana yang mewah, pokoknya dihargai.

* K *
Tak ada kata lain, kecuali: kamu benar-benar luar biasa mengagumkan ….

* L *
kamu sangat romantis, idealis kadang percaya bahwa mencintai itu artinya berkorban. Kamu mengakhiri hubungan atau berhenti menarik hati orang yang punya masalah tak biasa. Kamu melihat diri sendiri sebagai penyelamat kekasih. Kamu tulus, penuh kasih, penuh nafsu dan mimpi. Kamu mudah jatuh cinta. Kamu sering berfantasi dan terdorong oleh film dan majalah. Kamu tidak mengatakan rahasia hidup kepada orang lain, apalagi fantasi seksual kamu.

* M *
Emosional dan bersemangat. Ketika terlibat dalam sebuah hubungan, kamu melempar seluruh diri kamu di dalamnya. Tak ada yang bisa menghentikan. Tak satu palang pun mampu menghalang. Kamu habis-habisan, dan mengidamkan seseorang yang sama: penuh kasih dan bersemangat. Kamu percaya pada kebebasan seksual total. Kamu ingin mencoba semua. Pasokan energi seksual kamu seolah tak pernah mati. Kamu juga senang bertindak seperti ‘ibu’ bagi pasangan.

* N *
Sori, Anda payah di tempat tidur!

* O *
Kamu sangat tertarik kegiatan seksual tapi sangat tertutup dan malu mengakui hasrat itu. Kamu bisa mengarahkan banyak energi seksual untuk menghasilkan uang dan atau mencari kekuasaan. Kamu dengan mudah dapat memperpanjang periode lajang kamu. Kamu penuh kasih, penuh gairah, pecinta seks, dan menuntut hal yang sama dari pasangan. Seks adalah hal yang serius sehingga kamu meminta keragaman intensitas dan ingin mencoba semua. Kadang, gairah kamu berubah menjadi posesif yang harus terus dicek.

* P *
Kamu sangat sadar akan norma sosial. Kamu tak akan berpikir untuk melakukan sesuatu yang membahayakan citra atau reputasi. Penampilan itu penting. Kamu membutuhkan pasangan yang kelihatan tampan atau cantik, tapi juga pandai. Anehnya, kamu memandang pasangan sebagai musuh untuk mendorong getaran seks. Kamu relatif bebas dari gangguan seksual. Kamu mau bereksperimen dan mencoba cara baru. Kamu sangat sosial dan sensual. Kamu menikmati main mata dan membutuhkan cukup banyak penghargaan dari segi fisik.

* Q *
Kamu butuh aktivitas dan dorongan konstan. Kamu punya banyak sekali energi fisik. Tak mudah bagi seorang pasangan untuk tetap bersama kamu, baik secara seksual maupun hal lain. Kamu adalah kekasih yang antusias dan cenderung tertarik pada orang dari kelompok etnis lain. Kamu butuh romantisme, jantung hati dan bunga serta perbincangan untuk menaikkan gairah dan berlanjut ke kegiatan seks.

* R *
Kamu orang yang sangat logis dan berorientasi pada tindakan. Kamu butuh seseorang yang dapat mengikuti langkah, dan secara intelektual menyamai, syukur lebih cerdas. Kamu menjadi bergairah karena dorongan pikiran dibanding badan yang indah. Tapi, ketertarikan fisik juga amat penting bagi kamu. Maka, si dia harus orang yang bisa dibanggakan. Secara pribadi, kamu sangat seksi, dan beranggapan seks itu penting, sehingga sisi negatifnya kamu dapat menjadi pasangan yang sangat menuntut.

* S *
Kamu sangat tertutup, suka menahan diri dan malu. Padahal kamu cukup sensual dan bergairah. Hanya dalam keintiman pribadi kamu membiarkan alam membuka rahasia kamu. Ketika seks menjadi hal fundamental, kamu adalah seorang ahli. Kamu tahu semua trik kecil, dan sanggup bersandiwara atau bermain-main dan membuat kehidupan cinta menjadi sangat serius. Kamu punya kesabaran untuk menunggu orang yang tepat.

* T *
Kamu sangat sensitif, pribadi, dan pasif secara seksual. Kamu menyukai pasangan yang mengambil pimpinan. Musik, lampu temaram, dan pikiran romantis menaikkan gairah kamu. Kamu berfantasi tetapi tidak mudah jatuh cinta. Ketika sedang kasmaran, kamu romantis, idealis, menggelegak, dan amat bersemangat. Kamu menikmati saat pikiran dan perasaan terdorong, terangsang dan tergoda. Kamu adalah orang yang mahir dalam bermain mata. Kamu mampu membuat hubungan seperti mimpi.

* U *
Kamu antusias dan idealis ketika sedang jatuh cinta. Kamu jatuh pada orang-orang yang memuja. Kamu melihat roman sebagai tantangan. Kamu adalah seorang penjelajah dan butuh petualangan, kehebohan dan kebebasan.
Kamu hanya berurusan dengan hubungan yang potensial. Kamu merasa nikmat memberi hadiah dan melihat pasangan terlihat cantik atau tampan.
Dorongan seks kamu kuat dan bernafsu untuk langsung dikagumi. Kamu ingin menempatkan kesenangan pasangan diatas keinginan diri sendiri.

* V *
Kamu itu individualis dan butuh kebebasan. Kamu menunggu sampai kenal seseorang dengan baik sebelum berkomitmen. Mengenal seseorang, berarti menjiwainya. Kamu merasa butuh mengerti isi kepalanya untuk mengerti apa yang mambuatnya bergerak. Kamu tertarik pada orang-orang eksentrik.
Seringkali, ada perbedaan usia antara kamu dan pasangan. Kamu menikmati bahaya, gairah dan ketegangan. Adegan gay membuat kamu bergairah meski kamu bukan gay.

* W *
Kamu sangat bangga, tekun dan menolak tantangan jika mengejar cinta. Ego kamu dipertaruhkan. Kamu romantis, idealis dan sering jatuh cinta dengan cinta itu sendiri dan tidak melihat pasangan sebagai dirinya sendiri.
kamu merasa benar-benar melemparkan seluruh diri kamu ke dalam hubungan. Tak ada yang terlalu baik untuk pasangan. Kamu menikmati percumbuan.

* X *
kamu butuh stimulasi konstan karena mudah bosan. Kamu dapat berpacaran dengan lebih dari satu orang dengan mudah. Kamu tak dapat mematikan pikiran. Kamu terus bicara selagi bercinta. Kamu punya hubungan cinta yang hebat, semuanya oleh diri sendiri dan di dalam kepala.

* Y *
Kamu seksi, sensual dan sangat mandiri. Bila tak mendapatkannya dengan cara kamu sendiri, kamu menghentikan segala sesuatunya. Kamu ingin mengontrol hubungan yang tidak selalu berjalan baik. Kamu merespon dorongan fisik, menikmati sentuhan di leher dan menghabiskan berjam-jam hanya untuk menyentuh, merasakan dan mengeksplorasi. Namun jika kamu menghabiskan waktu untuk mencari uang, kamu akan menghentikan kesenangan ragawi ini sementara waktu.
Kamu merasa perlu membuktikan pada diri sendiri dan pasangan, betapa hebatnya kamu sebagai seorang kekasih. Kamu ingin umpan balik soal kinerja. Kamu teman tidur yang terbuka, mendorong dan romantis.

* Z *
Bagi kamu, bisnis harus didahulukan dibanding seks. Jika kamu diganggu urusan karir, bisnis atau urusan uang, kamu akan susah untuk rileks dan mendapat mood untuk bercinta. Kamu idealis, romantis terhadap tanggung-jawab dan merasa harus sangat sensual. Kamu tak pernah kehilangan kontrol terhadap emosi. Kamu sangat hati-hati sebelum memberikan hati dan tubuh untuk urusan satu ini. Sekali kamu berkomitmen, kamu akan lekat seperti lem.

TIPS AWET BERSAHABAT

Memiliki sahabat sejati adalah harga paling berharga, karena bersama sahabat kita bisa menjadi diri sendiri, ia mampu membuat kita bahagia dengan diri kita sendiri dan memberi motivasi hidup.

Tetapi terkadang muncul perbedaan pendapat, selisih paham atau masalah yang menguji persahabatan kita. Bagaimana menyiasati ’ujian-ujian’ yang akan selalu timbul agar ikatan persahabatan tetap awet ? Psikolog Alexander Sriewijono membagi tipsnya.

1. Tanyakan pada diri sendiri, apakah kita juga memiliki manfaat bagi sahabat-sahabat kita ?

2. Selalu bersikap tulus dan jujur, tidak ada kata terpaksa dalam melakukan sesuatu bagi sahabat.

3. Keep contact. Persahabatan tidak terpisahkan oleh jarak dan waktu. Meski tak bisa selalu sering bertemu, tanyakan kabar masing-masing melalui telepon, SMS atau email.

4. Hindari meminjam uang dari sahabat. Jika Anda tidak bisa membayar hutang, nasib persahabatan bisa menjadi taruhan.

5. Hormati pilihan hidupnya. Meski Anda tidak selalu setuju dengan pilihan yang diambil oleh sahabat, bukan berarti Anda berhak mengintervensi hidupnya. Tugas Anda adalah memberikan masukan, segala keputusan tetap ada di tangannya.

4 Tips Membuat Pacaran Awet

Membina suatu hubungan pacaran kadang sulit sekali untuk mempertahankan karena masing-masing pasti memiliki ego yang tinggi, belum lagi godaan dari luar yang banyak menghantui masing-masing pasangan. Nah… lalu bagaimana membuat suatu hubungan dengan pasangan atau pacaran menjadi berhasil dan tetap awet? Berikut tipsnya.

Be Yourself. Jadilah dirimu sendiri, karena hal itu wajib, sehingga Anda tidak perlu meniru orang lain hanya untuk memuaskan pasangan Anda. Jadi Anda perlu mengenal diri sendiri terlebih dulu sebelum membuat peta ke depan mengenai hubungan yang akan Anda jalani bersamanya. Terkadang apa yang Anda inginkan, sebenarnya bukan yang benar-benar diinginkan. Satu-satunya cara untuk mengetahui dengan jelas adalah membuat rangkuman dari inti tujuan Anda sendiri dalam membangun atau mempertahankan hubungan.

Open Your Mind. Bukalah mata, hati dan pikiran Anda. Anda tidak perlu berbohong kepada pasangan Anda, apalagi hanya karena hal tersebut memalukan bagi Anda, lantas Anda harus berbohong kepadanya. Katakan secara terbuka agar semuanya menjadi jelas. Jika memang ada yang tidak Anda sukai dari dirinya, jujur dan sampaikanlah dengan baik-baik, dengan begitu dia akan mengerti maksud Anda. Begitu pula sebaliknya, Anda akan mendengarkan pendapat dan saran dari pasangan Anda, karena komunikasi adalah salah satu cara membina hubungan agar tetap awet. Perlu diingat juga, meskipun sudah saling terbuka, Anda harus menghargai privasi pasangan Anda, dan sebaiknya Anda tahu apa yang perlu diketahui saja.

Pay Attention. Perhatian, walau sekecil apapun, tapi pasti sangat berguna, terutama ketika dia sedang membutuhkan Anda. Jangan segan untuk memberi kejutan buat si dia, seperti misalnya, membuat makanan kesukaannya, dengan begitu pasangan Anda pasti jadi tambah care. Namun, perlu diingat perasaan cinta haruslah tulus, jadi ketika Anda pernah menolong dia, tak perlu diungkit secara berlebihan. Perhatian boleh, tapi jangan posesif, tidak perlu selalu mengawasi dia, dimana, bersama siapa, dan baru apa. Hal ini akan justru membuat si dia jadi il-feel. Jika Anda berbuat salah, tak ada ruginya Anda meminta maaf kepadanya, namanya juga manusia. Perhatian juga tidak hanya kepada si dia, jika Anda memang sudah yakin, maka Anda dapat mendekatkan diri dengan keluarga pasangan Anda. Hal ini memberikan keuntungan bagi Anda, karena Anda juga bisa mendapatkan dukungan dari mereka.

Keep the Commitment. Di awal ketika Anda berhubungan dengan pasangan Anda, buatlah segala sesuatunya menjadi pasti atau suatu kesepakatan dalam hubungan agar hubungan menjadi jelas, sehingga masing-masing tidak bisa saling menyalahkan jika suatu ketika merasa ‘menyerah’ dalam hubungan atau apapun itu. Sebagai contoh, memang sebagian wanita memilih untuk menikah ketimbang melanjutkan karirnya. Namun, terkadang hal inilah yang sering membuat mereka depresi. Memiliki anak, kemudian timbulnya rasa bosan dalam pernikahan bisa membawa perubahan pada seseorang, atau bahkan ada yang berselingkuh akibat kebosanan ini. Jadi dengan melepaskan karir setelah menikah, tidak menjamin suatu hubungan akan tetap langgeng. Untuk itu, buatlah janji atau kesepakatan di awal hubungan atau pernikahan, agar nantinya masing-masing dapat mempertanggungjawabkan apa yang telah menjadi komitmen sebelumnya.